By | 7 April 2020

patron.id – Kabupaten Serang, Saepul munajat ketua komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Assalamiyah Menyoal terkait polemik pelantikan dan serah terima pejabat kepala Desa Junti dan Cemplang, pada Jum’at (3/4/2020) Lalu yang bertempat di Aula Kecamatan Jawilan.

Saepul munajat menilai bahwa, Pihak kecamatan jawilan tidak memberikan edukasi yang baik bagi masyarakat, dimana kegiatan tersebut tidak sesuai dengan SOP yang berlaku,   Jarak duduk peserta kegiatan terlalu mepet, terjadi kontak fisik, tidak memakai alat pelindung diri (masker), bahkan membiarkan hadirin berkerumun untuk menyalami pejabat kades yang dilantik.

“Ini jelas tidak sesuai dengan maklumat kepolisian yaitu menghindari kerumunan banyak orang dan tidak boleh mengadakan kegiatan yang melibatkan banyak orang dan harus berjarak, Tidak mengindahkan PP No. 21 Tahun 2020 tentang pembatasan sosial berskala besar percepatan penanganan covid 19. UUD No 4 Tahun 1984 tentang wabah penyakit menular.” Ungkapnya kepada jurnalis patron.id pada Selasa (7/4/2020)

Baca Juga:  Muhamad Tohir Sambangi Santriversitas Kota Serang

“Aparat keamanan juga tajam ke bawah tumpul ke atas dengan membiarkan agenda tersebut tetap berjalan meski tidak sesuai dengan SOP,” Imbuhnya

lebih lanjut Saepul mendesak agar ada tindak lanjut yang bisa membuat publik percaya terhadap instansi yang berwenang lagi

“Saya Saepul Munajat, Ketua Komisariat Beserta Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Assalamiyah, Mendesak kepada pihak yang terlibat khususnya kecamatan jawilan dan Aparat Keamanan untuk meminta maaf dan/atau mengklarifikasi hal tersebut secara tertulis dan meyebarluaskannya kepada masyarakat dengan memposting di masing-masing akun sosmednya. Hal ini dimaksudkan agar kegiatan serupa tidak terulang kembali serta tidak terjadi sesuatu yang dapat menjadikan masyarakat tidak percaya lagi kepada instansi berwenang dalam penanganan covid-19.” pungkasya [Red/Setiadi]

Bagikan: