By | 11 Januari 2019

patron.idSerang, Puluhan warga memadati kantor Kelurahan Pancur untuk mengikuti musyawarah dengan sejumlah pihak terkait aktifitas Galian C yang berada di kawasan Yayasan Muhammad Al-Amin Abdul Gofur, Kecamatan Taktakan, Kota Serang. Galian C yang dilakukan pihak Yayasan tersebut dengan kontraktor, dinilai tidak memiliki izin lengkap dari pemerintah kota sehingga diprotes warga setempat. Jum’at (11/12/2019).

Dalam musyawarah tersebut turut hadir Polsek Taktakan Sriyanto, Babintibmas Sofwan, Babinsa Jamadi, Suganda Ketua Yayasan Muhammad Al-Amin Abdul Gofur, Lurah Pancur Mahdi, Edi dan Danos pihak penambang, Dedi Supriyadi Dinas Lingkuhan Hidup Kota Serang, dan warga Kelurahan Pancur.

Kepala Bidang Penataan dan Penaatan Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Kota Serang, Dedi Supriyadi, menghimbau pihak pengelola untuk menghentikan aktifitas penambangan yang berada di kawasan Yayasan Muhammad Al-Amin Abdul Gofur tepatnya.

“Himbaun kami tadi itu sudah jelas kalau memang tidak mau ada gejolak di masyarakat urus dulu perizinannya. Kalau memang belum ada perizinannya siapaun tidak boleh melaksanakan aktifitas, kecuali kalau memang sudah perizinannya lengkap boleh mereka melakukan aktivitas.” ujar Dedi saat musyawarah di Kantor Kelurahan Pancur.

Senada dengan pernyataan Kabid Penataan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kota Serang, Mahdi selaku Lurah Pancur, menjelaskan keberadaan aktivitas penambangan di kawasan tersebut mendapat protes keras dari warga Desa pancur dan desa sekitarnya. Dan pihaknya pun telah melukan upaya penutupan Galian C di lingkungannya.

“Kita sudah berupaya beberapa kali silaturahmi dengan pihak pengelola, dan kemudian juga dari pihak muspika (Musyawarah Pimpinan Kecamatan) juga udah memberikan peringatan sudah dilakukan, termasuk dengan Musyawarah Rukun Tetangga, Rukun Warga itu sudah di lakukan.” terangnya.

Mengacu pada pernyataan yang disampaikan dalam musyawarah tersebut yang disampaikan oleh Dinas Lingkungan Hidup, pihaknya sepakat untuk menghentikan aktivitas penambangan lantaran belum memiliki surat izin dari pemerintah terkait.

“Intinya benar apa yang dijelasan dari Dinas Lingkungan Hidup, kemudian dari polsek maupun dari tokoh masyarakat, RT dan RW bahwa itu sebelum ada perizinan untuk penambangan distop dulu, sesuai dengan aturan.” ungkapnya.

Baca Juga:  Tegakkan Keadilan, Bawaslu Ajak Masyarakat Awasi Pemilu

Sementara itu, Danos selaku pihak pengelola merasa kecewa lantaran warga yang hadir di musyawarah tersebut adalah orang-orang yang tidak sepakat dengan adanya penambangan. Selain itu, pihaknya juga menyayangkan musyawarah ini dilakaukan secara mendadak sehingga dirinya tidak bisa mengumpulkan berkas adminitrasi secara lengkap.

“Saya melakukan pekerjaan pemerataan berdasar kesepakatan dengan pihak keluarga, dan warga setempat. Saya bersama Pak Babinsa dan Pak Jamadhi untuk bermusawarah, minta untuk administrasinya juga harus jelas tidak memdadak seperti ini dong. Masa jam 3 saya dikabari tiba-tiba harus berhadapan langsung dengan warga yang tidak sejalan. Saya juga butuh mengumpulkan juga orang-orang yang sudah memberikan kesempatan kepada saya untuk melakukan pemerataan pembangunan dihadirkan, jangan cuma sepihak dikumpulkannya. Saya merasa dirugikan dengan pertemuan ini,” tandasnya.

Ketua Yayasan Muhammad Al-Amin Abdul Gufor, Suganda, mengatakan bahwa pihaknya akan segera memenuhi kelengkapan adminitrasi jika dinilai kurang lengkap.

“Kita akan tempuh jalan itu, dan sebagai ketua yayasan hal-hal yang kurang baik dan akan kami diperbaiki.” ujarnya.

Perlu diketahui menurut Mahdi selaku Lurah Pancur mengatakan bahwa yang diberikan izin oleh pemerintah Kelurahan Pancur adalah berupa pendirian pondok pesantren bukan penambangan Galian C.

Polsek Taktakan siap mengintruksikan personelnya untuk memberikan keamanan bagi kedua belah pihak agar proses musyawarah maupun aktivitas Galian C bisa berjalan sesuai aturan, tidak saling merugikan.

“Kami hadir mengamankan kegiatan pengamanan yang terjadi, saya tidak mau diwilayah taktakan nantinya ada kegiatan yang akan menimbulkan anarkis. Kami meminta kalo kegiatan penambangan mau dilanjutkan perizinan segera diurus. Kepada warga Pancur dimohon jaga keamanan dan jangan anarkis.” kata Sriyanto.

Musyawarah ditutup oleh Lurah Pancur dengan kesimpulan penambangan Galian C di lingkungan Yayasan Muhammad Al-Amin Abdul Gofur ditutup, lantaran belum memiliki surat izin dan merupakan tindakan ilegal atau melawan hukum. Sejumlah warga tampak antusais dan bahagia mendengar keputusan tersebut. [Red/Imam]

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *