By | 21 Juli 2019

patron.id – Tangerang, Di era digital seperti sekarang ini, hoax atau berita bohong masih menjadi masalah krusial yang perlu diperangi oleh kalangan millenial, Hal tersebut dikarenakan agar keutuhan Bangsa di Indonesia tetap terjaga.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tangerang, M. Zainal Abidin mengatakan, rasa nasionalisme di kalangan millenial dinilai amat mengkhawatirkan. Bahkan menurutnya, para pemuda tersebut acuh bagaimana hebatnya dampak dari hoax.

Peserta Kegiatan

“Indikator atau indikasi yang menyebabkan Nasionalisme dikehidupan mengikis salah satunya adalah hoax,” katanya pada kegiatan Dialog Publik yang diselenggarakan Kominte Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang, Banten di Aula Kecamatan Gunung Kaler pada Minggu, (21/07/19).

Ia juga mengungkapkan, berkembangnya teknologi pada industri 4.0 sekarang ini, jejaring media sosial dijadikan kesempatan oleh sejumlah kelompok untuk menyerang lawah politiknya. Bahkan lembaga independen seperti KPU turut menjadi sasaran kelompok tak bertanggung jawab itu.

Baca Juga:  Pemkab Serang Kembali Luncurkan Program Kuliah Gratis

“KPU diserang hoax, tahu kan hoax yang menyerang KPU, pertama ada 7 kontainer surat suara tercoblos di foto pasangan tertentu, padahal itu tidak benar. KPU belum mencetak surat suara,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kabupaten Tangerang, H Muhidin Abdul Kodir mengungkapkan, hoax telah mengancam nilai-nilai kebangsaan, karena kondisi kaum muda-mudi yang terindikasi terserang hoax terus meningkat dan mengkhawatirkan. Ia mewajarkan jika dewasa ini banyak kalangan pemuda yang menggelar diskusi terkait hal tersebut.

Selain itu korban hoax bukan saja kalangan masyarakat biasa yang tidak berpendidikan, banyak kalangan sarjana terkena hoax. Padahal, persoalan nasionalisme kata dia sudah final yang telah disusun bersama oleh para pendiri bangsa seperti Soekarno dan KH.Hasyim Asy’ari.

“Berhubung ada pihak yang gencar, bahkan ada yang mengharamkan Nasionalisme, Nasionalisme tidak ada dalilnya, itu yang hoax,” Pungkasnya.[Red/Setiadiwangsa]

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *