By | 7 April 2020

Oleh : Khoirunisa

Dewasa ini banyak sekali hal krusial yang terjadi di Masyarakat, salah satunya implikasi covid-19 dan patah hati, keduanya kombinasi yang sudah menjadi disposisi krusial di kehidupan.

Covid-19 adalah Corona Virus atau servere cute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) bahasa ilmiahnya Covid-19 adalah virus yang menyerang sistem pernapasan yang pertama kali terjadi di Wuhan, China pada akhir Desember 2019.

Corona virus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan, Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru.

Penyebaran Covid-19 ini salah satunya adalah ditularkan melalui percikan dari saluran pernapasan saat bersin atau batuk, Banyak sekali implikasi fatal dari covid 19 ini karena covid 19 membuat adanya seruan atau narasi aksi untuk #Dirumahaja.

Senada dengan himbauan Pemerintah sebutlah sambutan Presiden Jokowi pada pidatonya di istana Bogor pada 15 maret 2020 silam, beliau mengkatakan dengan kondisi ini, “Saatnya kita bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan ibadah di rumah, Inilah saatnya bekerja bersama-sama, saling tolong menolong dan bersatu-padu, serta bergotong royong. Kita ingin ini menjadi sebuah gerakan masyarakat agar masalah Covid-19 ini tertangani dengan maksimal.” Tandasnya dalam sambutan

Namun di sisi lain banyak hati rakyat yang patah hati atas himbauan tersebut karena bagaimana orang-orang kecil bisa makan, sedang ada himbauan diam di rumah aja banyak sekali rakyat mengupayakan untuk terus mempertahankan keberlangsungan hidupnya dengan mencari sesuap nasi dengan bekerja setiap hari, ini juga lahirnya distingsi sosial yang mana berbeda dengan kaum menengah dan atas yang memang tidak memikirkan akan makan apa besok.

Baca Juga:  Peran Kaum Muda Melawan Virus Covid-19

Implikasi covid-19 ini menyerang semua kalangan hingga bahkan dunia dibuat patah hati olehnya, seperti memperlemahnya perekonomian dunia yang masif dan signifikan, lockdown, sosial distancing (psycal distancing) yang menghambat silaturahmi secara langsung dan membuat kegiatan sehari-hari terhambat.

selain itu juga membuat para pelajar/Mahasiswa untuk belajar di rumah aja dengan sistem daring dengan segala permasalahan nya mulai dari harus memupuk banyak kuota,  orang-orang yang susah signal dan lain sebagainya, terlebih juga patah hati karena tidak bisa bertemu langsung dengan orang terkasihnya dan yang lebih penting yang membuat patah hati kita semua kebijakan pemerintah dengan melanjutkan pembahasan mengenai RKUHP dan Omnibus law di tengah kondisi krusial pandemi ini.

Lekas sembuh negeriku!.

Bagaimana Tanggapan anda kerabat patron yang budiman? Sialahkan kirim komentar, dan kita diskusikan sampai tuntas.

Penulis Khoirunisa, Mahasiswa, Asal Taktakan Kota Serang, Provinsi Banten
Bisa menghubungi melalui Instagram: @nisaaaaaa_20 atau Fb : Khoirunisa

Bagikan: