By | 29 Februari 2020

patron.id – Serang, Pengurus Cabang (PC) Korps PMII Puteri (Kopri) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesai (PMII) Melaksanakan kegiatan Sekolah Kader Kopri (SKK) di gedung Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Pada Jum’at (28/02/2020) sampai dengan, Minggu (01/03/2020).

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut adalah kegiatan kaderisasi formal tingkat ke-dua di Kopri PMII yang bertajuk “Revitalisasi Gender Dalam Menciptakan Ruang Publik Bagi Gerakan Perempuan.”

Selain itu dalam sela-sela kegiatan SKK berlangsung pula Dialog Kebangsaan yang bertajuk “Analisis Pasca Penolakan, Pemulangan Eks ISIS, Tegas Menjaga Ke-indonesiaan dan Ke-Islaman,” yang dihadiri oleh KH. Amas Tajudin selaku tokoh agama, AKBP. Edhi Cahyono selaku Kapolres Serang Kota, Masykur Wahid selaku Akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten dan Abudul Muhit Hariri Selaku Ketua PC PMII Kota Serang. Pada Sabtu (29/02/2020).

Edhi Cahyono Kapolres Kota Serang memaparkan terkait alasan pemerintah menolak eks ISIS.

“Alasan pemerintah sendiri menolak memulangkan Eks ISIS karena masih tidak ada yang menjamin kesetiaan mereka terhadap NKRI dan juga Ideologi mereka” ujarnya.

Edhi juga menambahkan pemerintah tidak akan tinggal diam dalam penanganan Eks ISIS tersebut

“Pemerintah sendiri sedang mencari formulasi terbaik untuk menangani Eks ISIS itu sendiri.” Imbuhnya

Masykur Wahid selaku akademisi UIN SMH Banten mengatakan bahwa ia setuju terhadap penolakan yang dilakukan negara

“Saya sendiri setuju dengan penolakan yang dilakukan oleh negara, negara tentunya punya instrumen analisis dan alasan yang kuat untuk melakukan penolakan tersebut” ucapnya.

Masykur Juga mengatakan Eks ISIS dapat merusak Kebhinekaan.

“Kehadiran eks-ISIS atau eks-teroris dapat merusak kebhinekaan, Islam di Indonesia memiliki cara sendiri dalam menyebarkan paham, bukan dengan kekerasan namun dengan kultural atau yang lebih kita kenal sebagai budaya.” Ujar Masykur

Baca Juga:  Rangkaian Kegiatan Dies Natalis FEBI UIN SMH Banten

Selain itu dalam dialog tersebut KH. Amas Tajudin mengatakan bahwa panglima ISIS sepulau Jawa berada di Kota Serang.

“Panglima ISIS, Se-Jawa salah satunya berada di Kota Serang, Saya tidak akan beri tahu Namanya, Pada waktu itu saya sampaikan keberadaan panglima ISIS tersebut kepada teman-teman media, kalu masih tidak percaya, saya tidak akan menyebut idientitas, kalo perlu jalan 45, jalan bhayangkara bila perlu tutup dan akan diketahuit titiknya dimana.” Kata KH. Amas Tajudin

Ia juga memaparkan bahwa pertamakali kemunculan ISIS di Banten hanya mendapatkan dukungan dari 90 orang dan pada tahap kedua bertambah.

“ISIS di Banten pada tahap pertama mendapatkan dukungan dari sembilan puluh orang, sedangkan pada tahap kedua mendapatkan dukungan dari 150 orang, Dukungan-dukungan tersebut didapatkan hanya karena label agama yang digunakan oleh ISIS.”

K.H Amas Tajudin kemudian melanjutkan pemaparan diskusinya mengenai definisi jihad menurut ISIS, selain itu ia juga menegaskan penggambaran ISIS menurut para tokoh agama.

“Jihad menurut ISISI selalu terkait dengan angkat senjata dan berperang, Mantan Imam Besar Masjid Istiqlal, (alm) Prof. Mustafa Yaqub mengatakan, ISIS itu merupakan Iblis yang menggunakan baju Islam, sedangkan Menurut Mantan Ketua Umum PBNU, K.H Hasyim Muzadi mengatakan, ISIS seperti datang dari surga, namun sejatinya ISIS datang dari neraka” jelas ketua FKPT tersebut. “ISIS sudah masuk ke Banten, masuk dan menyusupi ormas-ormas dan kampus-kampus di Banten.” tambahnya.

Abdul Muhit Hariri selaku Ketua PC PMII Kota Serang, dalam closing statementnya mengatakan pemikiran ekstrim kanan dan ekstrim kiri, bisa ditengahi oleh diri sendiri

“Bahwa bagaimana pun kitalah yang mampu dan bisa untuk menengahi pemikiran ekstrim kanan dan ekstrim kiri yang masuk ke Indonesia.” pungkasnya [Red/Aldi]

Bagikan: