By | 29 Maret 2019

patron.id – Serang, Himpunan Mahasiswa Tangerang (HIMATA) Komisariat Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten menggelar acara seminar demo make up pembahasan inspiratif tentang komunitas hijab di kalangan wanita-wanita muslim bersama founder dari KHFI Tangerang dengan tema “Satukan tekad untuk persaudaraan” di Aula Perpustakaan Daerah Provinsi Banten lantai 4, Serang, Jum’at, (29/3/2019)

Antusiasme Peserta

Fenty prestianti permatasari, Narasumber dalam acara seminar tersebut mengatakan ciri-ciri kulit normal itu halus dan lembab,

“pori-porinya perempuan normal tidak terlihat, itu yang disebut kulit normal, kadang wanita itu keluar jerawat satu aja sudah panik. membersihkan wajah yang baik itu dengan menggunakan bisola water lebih ringkas dan menggunakan kapas lalu kita bersihkan langsung dengan fasel wous,” Katanya

Ia menambahkan seyogyanya perempuan harus menjaga pola hidup dan jangan sampai begadang,

“Pola hidup sehat, diharuskan juga memperhatikan asupan gizi perbanyak makan buah, sayur dan minum air putih yang banyak karena itu sangat berpengaruh terhadap wajah, jadi terlihat glowing, cerah, dan selalu segar, karena kulit kita itu sebenarnya sama-sama makhluk hidup butuh bernafas dan juga istirahat,” Tambahnya

Ia menjelaskan lebih jauh bahwa pelembab sangat berguna apalagi pelembabnya yang mengandung SVF jadi sudah menjaga kekenyalan kulit kita selain itu juga melindungi kulit kita dari paparan sinar matahari, jadi kulit kita ini tidak usah khawatir mau di make up sedempul apapun kalau kulit kita sudah dipersiapkan dengan menggunakan pelembab yang sudah mengandung SVF.

Baca Juga:  PMII dan GMNI Gandeng Dinsos Kota Serang Gelar Bakti Sosial

“sebenarnya tidak usah takut untuk ber-make up karena kalau misalkan kita mau ber- make up dan kita tahu tahap-tahapannya yang benar itu seperti apa tidak akan merusak kulit kita apalagi kita sudah faham jenis-jenis kulit kita,” Jelasnya

Sementara itu Dini afriani, Vounder KHFI Tangerang mengatakan kalau di komunitas KHFI sendiri kita hanya berlandaskan teori sekarang kita tidak tahu dilapangan kita seperti apa fashion teman-teman kedepannya seperti apa kita tidak tahu.

“saya juga sebenarnya pedagang teman-teman pedagang saya yang lain itu ada yang dari sarjana hukum, sarjana pendidikan, bahkan bidan. kenapa mereka beralih berdagang bukan berarti ilmu mereka tidak manfaat bahkan lebih bermanfaat ketika ada yang menanyakan tentang kesehatan, tentang pendidikan, tentang hukum setidaknya kita sudah faham tentang itu,” Katanya

Ia menegaskan tentang fasion dan partisipasi mengikuti belajar

“untuk fashion kedepannya kita tidak tahu pintu rejeki kita diarahkannya darimana kita tidak tahu, makanya selama kita ada kesempatan untuk mampu belajar ikut entah itu di organisasi maupun mengikuti seminar-seminar setidaknya teman-teman mendapatkan ilmu yang tidak didapatkan didalam kelas dimana ada teman baru ada pengalaman baru insyaallah disitu ada rezeki baru.” Pungkasnya [Red/Baihaki]

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *