By | 20 Februari 2019

patron.id – Serang, Sejumlah pedagang kaki lima atau PKL di kawasan Stadion Maulana Yusuf melakukan unjuk rasa di depan kantor Walikota Serang, Rabu (20/2/2019). Aksi ini dilakukan lantaran mereka kesal dan kecewa kepada Walikota Serang, Syafrudin, beserta jajarannya di Pemkot tidak memberikan kepastian terkait relokasi PKL dari stadion Mualana Yusuf ke pasar Pandean.

Koordinator Lapangan Aksi, Halabi, mengatakan pihaknya menuntut Walikota Serang untuk memberikan kepastian karena sudah 2 bulan para PKL di area stadion tidak berjualan. Terhitung dari 2 Januari 2019 sejak PKL di area stadion digusur, banyak masalah keluarga yang mereka alami di antaranya pembayaran kontrakan, biaya kebutuhan sekolah dan bayar tagihan motor.

“Untuk bayar kontrakan, bayar sekolah, bahkan motor mereka ada yang ditarik lising karena tidak mampu membayar tagihan.” kata Halabi, pihak mahasiswa yang mendampingi PKL stadion, saat di temui di lokasi aksi.

Ia menjelaskan bahwa relokasi PKL di Stadion Maulana Yusuf dinilai pemkot Serang kurang tertib sehingga direlokasi di Pandean. Namun PKL menilai pemkot tidak maksimal dalam menerapkan kinerjanya karena sampai hari ini para PKL harus berhenti berdagang karena berdagang merupakan sumber utama penghasilan mereka.

Mengacu pada Perda No. 4 Tahun 2014 tentang penataan pedagang kaki lima yang dimana dalam ayat 2 pemkot dinilai kurang memahami point yang ada di dalam pasal tersebut sehingga pemkot tidak dapat direalisasikan.

“Jika pemkot berjalan beriringan dengan perda tersebut tentu kami berharap pemkot untuk bisa membina dan membimbing teknis dalam mengelola serta mengembangkan barang dagangan demi terciptanya sinergitas dan terwujudnya peningkatan produksi dan pendapatan PKL. Kami sangat berharap pemkot agar segera bisa memberikan kepastian untuk berjualan kembali di stadion.” ujarnya.

Baca Juga:  Petani: Berita Tentang Penutupan Saluran Air Itu Bohong

Dikatakan Halabi, berbagai jalur diplomasi pun sudah dilalui seperti mengirim surat kepada pemkot dan DPRD Kota Serang, lobi2 dengan yudikatif dan legislatif sampai audiensi 2 kali di DPRD namun tidak membuahkan hasil. Oleh karena itu pihaknya turun ke jalan menuntut Walikota.

“Ini demo pertama kali kita turun karena kita mengikuti prosedur yang ada, diplomasi terlebih dahulu, audiensi terlebih dahulu, ketika tidak ada kepastian maka kita akan turun. Jika walikota tidak keluar, kita tetap akan menunggu sampai walikota.” tegasnya.

Ia menambahkan jika cara tersebut masih belum juga membuahkan hasil maka pihaknya akan melakukan pengaduan ke pengadilan yaitu kelas ekset.

“Dimana kita akan menghitung kerugian pedagang kaki lima dan dibawa ke pengadilan. Dan pastinya kita akan trurun ke jalan.” tandasnya.

Dalam aksi unjuk rasa, mereka menuntut : (1). Realisasi Persa No. 4 Tahun 2014 (2). Kembalikan hak kami untuk berdagang kembali di stadion (3). Ganti rugi atas segala bentuk kerugian baik materil maupun non materil (4). Berikan kepastian waktu untuk berdagang kembali di stadion (5). Berikan pembinaan kerja serta kelayakan lapak untuk PKL [Red/Imam]

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *