By | 16 Juli 2020

patron.id – Jakarta, Pengubahan Indeks Desa Membangun (IDM) dari tertinggal menjadi desa berkembang adalah salah satu capaian Badan Restorasi Gambut (BRG) di Sumatera Selatan (Sumsel), Penilaian IDM sendiri memuat tiga hal antara lain indeks ketahanan sosial, indeks ketahanan ekonomi dan indeks ketahanan ekologi atau lingkungan.

Dinamisator BRG Sumatera Selatan DD Shineba mengatakan, ada 73 Desa di Sumsel yang menjadi target restorasi pemerintah. Dari jumlah tersebut sudah ada 44 Desa yang mengalami perkembangan signifikan pada tahun 2019.

“Pada tahun 2018 terdapat 6 Desa Peduli Gambut (DPG) dengan status sangat tertinggal, 41 DPG berstatus tertinggal, dan 17 DPG dengan status berkembang. Tahun 2019 jumlah desa dengan status sangat tertinggal hanya 1 DPG, tertinggal berkurang menjadi 17 DPG, berkembang menjadi 44 DPG dan maju 2 DPG,” ungkapnya pada Kamis, (16/07/2020).

Baca Juga:  Pengadilan Agama Serang Tangani Ribuan Perkara Perceraian

Ia menambahkan, hasil restorasi gambut sangatlah bermanfaat bagi masyarakat di wilayah pedesaan Sumsel, dengan efektifitas dapat mengurangi kebakaran lahan dan hutan, di sisi lain dalam segi ekonomi juga bisa menopang masyarakat sekitar lantaran setiap program yang dijalankan terfokus untuk menggiatkan kembali mata pencaharian masyarakat.

“Restorasi gambut sangat dirasakan hasilnya oleh masyarakat perdesaan di Provinsi Sumatera Selatan. Misalnya kegiatan pembasahan gambut yang terbukti efektif mengurangi kebakaran lahan dan hutan. Tidak hanya itu, restorasi gambut  mendorong ekonomi Desa-desa gambut sebab program yang dijalankan fokus pada revitalisasi mata pencaharian.”  [Red/Aldi]

Bagikan: