By | 28 April 2020

Oleh Diki Fiska Priadi

Pada saat ini, wabah virus corona disease atau yang biasa disebut covid-19 masih menjadi momok menakutkan di telinga masyarakat Indonesia, terlebih dengan adanya korban yang teridentifikasi bahkan meninggal dunia.

Dampak pandemik ini sangat terasa bahkan sampai mendorong pemerintah pusat hingga ke pemerintah daerah memberikan kebijakan meliburkan rutinitas masyarakat, sehingga aktivitas yang dilakukan beralih ke rumahnya masing-masing, agar menghambat penyebaran penularan  virus tersebut.

Sejauh ini covid-19 telah memakan korban, sekitar 635 orang meninggal dunia dan 913 orang yang sembuh, dari sekitar 7.418 kasus pada tanggal (22/04), yang telah diberitakan di Indonesia. (Covid-19.co.id)
Rasa cemas dan ketakutan pada diri masyarakat atas terjadinya pandemik ini manusiawi, Namun jika tidak diatasi akan menimbulkan efek yang buruk di kehiupan sosial masyarakat.  Mengapa demikian?
Karena tidak dapat dipungkiri bahwa secara medis rasa takut, panik, cemas, dan lain sebagainya akan mengurangi daya tahan tubuh atau biasa disebut psikosomatik.
Akibatnya pandemik ini bukan hanya menyerang seseorang dari faktor kesehatannya saja, akan tetapi menganggu dari pola pikir seseorang sendiri dan sudah pastinya pola berpikir tersebut akan diimplementasikan lewat komunikasi sebagai sarana interaksi individu ke individu atau masyarakat ke masyarakat yang lain.

Baca Juga:  Keluar Masuk, Pembanguanan Jaringan Irigasi D.I Ciujung Dinilai Abaikan Protokol Kesehatan Covid-19

Maka dari itu, sebagai masyarakat yang baik, demi Indonesia tetap terjaga, penulis mengajak agar kita tetap waspada dan jangan cepat panik, Selalu menjaga kesehatan, dan menggunakan bahasa yang dapat membangun mental seseorang, terlebih terhadap orang yang sudah terindetifikasi mengidap pandemik tersebut agar semangat dalam hidupnya kembali kembali baik secara mental.

Penulis adalah pemilik nama lengkap Diki Fiska Priadi Mahasiswa STKIP Setia Budhi Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Semester IV (empat), fakultas Keguruan dan ilmu pendidikan. Aktif di Organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Lebak.

Bagikan: