By | 18 April 2020

Oleh: NAA
Belakangan ini
Sering kuharap datangnya senja di pinggiran kota
Dengan warna orange ke emasan yang dapat memanjakan mata
Menelisir sepanjang jalan raya
Terbuai aku dalam kalut suasana,
Merasakan kedamaian hati yang dibuat semesta
Sungguh maha karya Tuhan yang luar biasa.

Tak jarang awan hitam yang kerap menyapa
Namun tak lantas jua ku mengumpat
Sebab, ku yakin mentaripun akan muncul setelahnya

Sang dewa berbisik penuh arti
Berkata seolah-olah alam pun turut merasakan keresahan mahluknya
Hingga ia menurunkan hujan sebagai bukti semesta juga turut bersedih…

Baca Juga:  Menanti bersama sunyi

Layaknya sajak lama yang sering dijumpai kaula muda penikmat sastra
Maka bukti atas segala kerisauan ialah melalui tulisan
Melekat seperti lem
Pengingat bagai alarm
Ia bukti sebagai saksi
Juga abadi bagai sejarah

Maka sadarkah kamu hei ‘Pelangi’
Berhentilah bersikap dalam bayang-bayang semu
Sebab, mahluk begitu sensitif bila hanya sekedar menyapa yang indah,
Tanpa diiringi sikap yang terarah.

Bagikan: