By | 26 April 2020

Oleh : Siti Mufidah Rachman

Ku tarik cangkir berisikan kopi, aromanya menghilir meminta bibir tuk mengukir,
Senyuman fakir!

Ku lirik pena diatas meja, tergores kata penuh sengsara..
Dicermin, kulihat sepasang dua bola mata,
Tatap saling menatap..

Baca Juga:  Kasat Mata

Kaos hitam bergambar gus dur amat jelas dipakainya.
Ku tengok belakang tubuhku, hanya nyanyian jangkrik diiringi tiupan angin..
Ku remas erat gagang kopi ditanganku, yang ditemanin cemilan malam kerinduan mendalam.

Bagikan: