By | 23 September 2020

patron.id – Tangerang, Buruh PT. Prima Makmur yang tergabung dalam Federasi Serikat Buruh Merdeka (FSBM) berunjuk rasa dengan mogok kerja selama empat hari, dimulai Senin (22/9) hingga Kamis (24/9/2020) mendatang.

Nanang Iskandar selaku Koordinator Aksi, mengatakan bahwa, unjuk rasa tersebut didasari oleh hak dan kewajiban perusahaan kepada buruh yang belum dipenuhi, diantaranya Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) yang belum dijalankan dengan ketentuan yang berlaku pada SK Gubernur Banten.

“Tuntutan kami ini adalah, tuntutan masalah hak normatif semua, jadi intinya di PT. Prima Makmur itu karyawan tetap, Perjanjian Kerja Waktu (PKWT) , Outsourcing (Os), jadi intinya UMSK itu belum dijalankan selama ini, dari tahun 2012 itu udah ada SK Gubernur Banten sampai saat tahun 2020, PT. Prima Makmur belum menjalankan Upah UMSK, kebijakan-kebijakan perusahaan ini kesininya semakin membuat tidak nyaman, dari misalkan atasannya kurang seneng jadi dimutasi, mutasinya itu enggak jelas, makanya dari itu mereka mengadulah kepada serikat, kami mengklarifikasi hal tersebut (kepada pihak atasan) tapi tetap tidak bisa, maka akhirnya satu-satunya jalan kami gelar mogok kerja, selain itu kami sudah mengirim surat kepada kapolres, kapolsek dan Dinas Ketenaga Kerjaan (Disnaker).” Cetus Nanang dalam orasinya, di Bitung, Kabupaten Tangerang, Pada Rabu (23/9/2020).

Selain itu, banyak buruh PKWT yang belum diangkat menjadi buruh Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) dan sudah melebihi batas waktu atau masa kerja, ia juga menegaskan bahwa buruh sudah membuat kesepakatan dengan perusahaan, tetapi pihak perusahaan tidak juga menyepakati kesepakatan tersebut.

Baca Juga:  PKL Stadion Ngadu ke Kantor DPRD Kota Serang

“Terus yang masalah PKWT selama ini mereka masa kerjanya sudah melebihi tapi tidak ada pengangkatan, sebelumnya kita sudah mogok kerja juga dan sudah membuat kesepakatan dengan perusahaan yaitu hari raya dibunyinya ini jadi mengangkat 30 pekerja PKWT menjadi Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) setelah hari raya Idul Fitri 2020 secara bertahap, sudah 4 bulan terlewati tapi perusahaan belum juga melaksanakannya, makanya kami menagih kesapakatan tersebut, jadi penagihan itu tetap dibantah oleh pihak manajemen, akhirnya kami melakukan mogok kerja lagi satu-satunya jalan.” Lanjutnya

Ia juga menjelaskan Bahwa, pada aksi pertama pihak buruh sudah melakukan negosiasi dengan perusahaan, tetapi perusahan belum menyanggupi terkait perjanjian tersebut.

“Kemarin pertama aksi, pada Rabu (21/9/2020), di situ kami diajak berunding, tapi tetap pihak perusahaan tidak mau mengangkat 30 orang sesuai perjanjian yang tertulis sehabis hari raya, pihak perusahaan hanya menawarkan 2 orang saja.” Ucapnya

Masih di tempat yang sama Rusman Dewan Pimpinan Pusat FDSBM ini menegaskan bahwa aksi tersebut sudah digelas selama 3 kali, tetapi perusahaan masih mengingkari kesepakatan tersebut.

“Aksi kawan-kawan ini sudah tiga kali dilakukan yang pertama sudah satu tahun yang lalu Desember, yang ke dua pada bulan Februari pada tanggal 11 dibuat kesepakatan, tetapi perusahaan mengingkari kesepakatan tersebut, terkait pengangkatan pekerja kontrak ke karyawan tetap.” Tegasnya

Untuk diketahui dalam pantauan jurnalis patron.id aksi tersebut berjalan dengan damai dan terlihat tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menggunakan masker dan berjaga jarak. [Red/Aldi].

Bagikan: