By | 20 Juli 2020

patron.id – Jakarta, Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) Kalimantan Selatan Abdul Wahid berharap pemerintah pusat tetap mempertahankan Badan Restorasi Gambut (BRG) sebagai lembaga pemerintah.

Ia menilai, sejak dibentuk BRG tahun 2016 lalu, kehadiran BRG di daerahnya telah memberikan dampak yang positif baik untuk pengembangan lahan gambut, potensi air rawa dan pembinaan ekonomi masyarakat di perdesaan gambut.

Ia menegaskan, program BRG tidak boleh berhenti terutama program yang mengarah pada pembinaan masyarakat di perdesaan gambut dan sosialisasi-edukasi tata cara pengelolaan lahan gambut.

Sebagai daerah yang memiliki lahan gambut cukup luas, Bupati Wahid khawatir pengendalian lahan gambut tidak signifikan jika BRG dibubarkan atau digabungkan dengan lembaga pemerintah lain.

Intinya, dia meyakini pemerintah daerah akan merasa kesulitan jika BRG dibubarkan atau peranannya dipersempit.

“Pada intinya kalau kita sebagai kepala daerah yang memiliki wilayah gambut rawa menghendaki agar lembaga ini tetap ada. Karena perannya untuk pengembangan dan pemanfaatan lahan gambut sangat besar. Tentu sangat berharap lembaga ini tetap melakukan pembinaan terhadap masyarakat dan wilayah yang potensi gambutnya besar termasuk HSU,” kata Bupati HSU Abdul Wahid kepada wartawan, pada Senin (20/7/2020).

Baca Juga:  Disperindagkop : Serang Fair Ajang Unjuk Prestasi Daerah

“Jadi kita berharap lembaga itu tetap ada sehingga bisa maksimal,” Imbuhnya

Lebih lanjut ia menuturkan Jika diperlukan, BRG harus menyampaikan hasil kinerja di lapangan atau capaian selama melakukan pogram restorasi kepada pihak yang ingin membubarkan BRG.

Sebagai lembaga yang baru berjalan empat tahun lebih, dia menyadari ada keterbatasan yang dimiliki BRG misalnya belum menyeluruh sosialisasi kepada masyarakat. Hal itu kata dia menunjukan bahwa BRG harus diperpanjang agar pendidikan soal ekosistem gambut terus berjalan.

“Kami kira sangat disayangkan kami yang memiliki rawa 89 persen dan gambut cukup besar, kami menyangkan kalau sampai dibekukan atau digabungkan ke lembaga lain,” pungkasnya.[Red/Aim]

Bagikan: