By | 2 Mei 2020

patron.id – Serang, Juhariyah (27) ibu dari satu orang anak berusia 10 tahun, warga Kampung Kareo Panjang, Desa Sukamanah, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang harus berjuang dan berusaha melawan penyakit tumor rahim ganas (Ovarium) yang sudah diderita selama 2 tahun.

Alyas, selaku adik kandung Juhariyah mengatakan bahwa kakaknya sudah menjalani berbagai pengobatan medis. Langkah pengobatan yang sudah dilakukan selama ini masih belum membuahkan hasil untuk melawan penyakitnya. Kini kondisinya pun kian memburuk, perjuangan yang sempat melakukan operasi pun tidak mengalami perubahan untuk mendapat kesembuhannya.

“Sudah menjalani berbagai pengobatan selama 2 tahun belakangan ini, mulai dari dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Serang sampai ke Rumah Sakit Gatot Subroto Jakarta. Akan tetapi tidak ada perubahan, malah bisa dibilang semakin memburuk,” ungkapnya, pada Sabtu, (2/5/2020).

Dengan perubahan kondisi tubuh yang drastis hingga mahalnya biaya pengobatan, warga Desa Sukamanah pun terpaksa pulang dan menghentikan perawatannya di rumah sakit.

“Akhirnya saat ini saya dan keluarga sudah pasrah dan terpaksa pulang dari rumah sakit untuk menghentikan pengobatan, karena kurangnya biaya,” imbuh Alyas adik Juhariyah.

Baca Juga:  Komisi V DPRD Provinsi Banten Gelar Rapat Kerja Hadapi Covid-19

Alyas mengungkapkan bantuan yang pernah diterima dari pihak Kecamatan dan Desa masih belum mencukupi guna biaya pengobatan. Hingga menjual harta yang dimiliki untuk kesembuhan kakaknya.

“Bukan tanpa usaha, segalanya sudah diusahankan untuk pengobatan. Menghabiskan banyak biaya dengan menjual apa-apa yang kami miliki, yaitu 3 unit motor,” ungkapnya.

Sementara itu, Abdurohman Wahid selaku ketua Umum Ikatan Mahasiswa Baros (IKAMABA) mengatakan, dirinya turut prihatin melihat kondisi salah satu warga di Kecamatan Baros mengidap tumor rahim serta perekononian yang tidak memadai, ditambah biaya pengobatan yang tidak murah.

“Saya merasa terpukul melihat kondisinya, rumah yang ditingalinya pun tidak begitu besar  dan saya bersama teman-teman IKAMABA bercakap lama mengenai ibu Juhariyah yang sedang berjuang melawan tumor rahim ganas,” kata Abdurohman.

Ia menambahkan, pihak setempat agar dapat bertindak dalam penanganan warganya yang kurang mampu dalam menjalani pengobatan.

“Saya mengharapkan kepada pemerintah khususnya pemerintah setempat untuk bertindak cepat agar ibu Juhariyah dapat sembuh kembali serta bisa beraktifitas seperti biasanya,” pungkasnya.[Red/Setiaadi]

Bagikan: