By | 22 September 2020

patron.id – Serang, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Serang menemukan sebanyak 225 daftar pemilih sementara (DPS) palsu menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada) Kabupaten Serang yang akan berlangsung Desember 2020 mendatang.

Temuan ini didapat usai Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Serang mengumumkan DPS pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Serang, yang digelar pada 19 September kemarin.

“Kami temukan itu setelah kami melakukan pencermatan terhadap DPS yang diumumkan KPU. Pencermatan dikakukan selama tiga hari sejak diumumkan,” kata Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Kabupaten Serang Abdurrohman, seperti yang terulis dalam rilisnya, Pada Selasa (22/9/2020).

Ia menjelaskan, upaya ini dilakukan demi memastikan data dan daftar pemilih yang disusun dan dimutahkirkan secara akurat dan berkualitas sebelum pilkada Kabupaten Serang berlangsung.

Hasilnya, terdapat sebanyak 225 pemilih palsu atau tidak sesuai memenuhi syarat masih masuk ke dalam DPS. Angka tersebut disebar di 5 kecamatan dengan rincian 55 pemilih ganda, 131 pemilih sudah meninggal, 27 pemilih sudah pindah domisili, dan 12 pemilih tidak dikenal.

“Selain itu, ditemukan juga 84 pemilih yang ditempatkan di TPS yang jauh dari tempat tinggalnya. Temuan ini ada di Kecamatam Pabuaran,” jelas dia.

Ironisnya lagi, sebanyak 37 warga yang layak masuk ke dalam daftar pemilih namun tidak dimasukan di dalam DPS, dua diantaranya pemilih disabilitas. Temuan ini tersebar di 13 desa dan 7 kecamatan.

Baca Juga:  KBNU Jatiuwung Salurkan Bantuan Korban Bencana Banjir

“Temuan di atas kemungkinan besar akan bertambah, karena temuan tersebut merupakan data hasil pengawasan Bawaslu selama tiga hari. Sementara pengawasan akan terus dilakukan sampai batas akhir dari pengumuman DPS yaitu 28 September 2020,” paparnya.

Dikatakan Rohman, pihaknya menilai KPU Kabupaten Serang beserta jajarannya belum bekerja secara maksimal. Terutama terkait pemutakhiran data dan penyusunan daftar pemilih. Sebab, sebelum ditetapkan, DPS merupakan produk hasil pemutakhiran dalam beberapa proses seperti pencocokan dan penelitian secara faktual oleh PPDP hingga PPS dan PPK.

“Kami akan terus melakukan pengawasan terhadap seluruh proses dalam pelaksanaan tahapan pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih. Upaya ini kami lakukan demi menjaga hak pilih yang akurat dan berkualitas,” katanya.

Demi mencegah dan mengurangi temuan daftar pemilih palsu, Bawaslu beserta jajarannya membentuk posko aduan agar masyarakat bisa melaporkan terkait dugaan tersebut.

“Bagi masyarakat yang ingin melaporkan aduan langsung, bisa mendatangi sekretariat Bawaslu atau sekretariat Panwaslu Kecamatan yang tersebar di Kabupaten Serang. Sementara untuk aduan lewat daring (dalam jaringan), bisa mengakses media sosial Bawaslu Kabupaten Serang,” tutupnya. [Red/Roy]

Bagikan: