By | 19 Mei 2020

Oleh : Deni Mulyana

Assalamu’alaikum.Wr.Wb,
bagaimana puasa hari ini kerabat patron.id yang budiman? Alhamdulillah lancar ? memang pengalaman menarik buat kita beribadah sambil di rumah saja.

Meskipun dalam situasi pandemik Corona virus desease (covid-19) masih berlangsung tapi tidak menghalangi niat beribadah kita, dan mari kita tetap mengedukasi diri.

Puasa, bagi beberapa agama merupakan keharusan yang dilakukan berbagai agama Namun, diluar daripada itu puasa tetap memiliki esensi yang sama yaitu menahan dari sesuatu.

Uniknya rutin berpuasa dengan alasan kesehatan juga menjadi tren di berbagai Negara, tren ini dinamakan fasting diet.

Fasting diet ini umumnya dilakukan di Negara eropa dan amerika serikat dengan pola yang berbeda-beda.

Puasa dapat diartikan sebagai menahan diri dari segala sesuatu yang dapat membatalkannya, dengan menjalani ibadah puasa berarti suatu fisik dan jasmani akan dilatih menjadi disiplin terutama perihal makan dan minum, karena pada umumnya berbagai penyakit yang terjadi lebih banyak disebabkan oleh pola makan yang tidak baik dan benar, terlebih jika berlebihan.

Menurut ilmu kedokteran dimana makan berlebihan akan sangat membahayakan lambung, menghancurkan hati, memberatkan kerja jantung menyebabkan mengerasnya pembuluh darah, sesak dada, naiknya tekanan darah, dan kencing manis.

Karenanya, sampai ada Dokter yang mengatakan bahwa di masa ini banyak orang yang menggali kuburnya dengan gigi-giginya sendiri.

Penelitian endokrinologi menunjukan bahwa pola makan saat puasa bermanfaat menurunkan kadar gula darah, kolesterol, dan mengendalikan tekanan darah.

Itulah sebabnya dalam medis puasa sangat dianjurkan untuk perawatan bagi pendertia  penyakit diabetes, kolesterol tinggi, obesitas dan hipertensi.

Baca Juga:  Segelas Kopi dan People Power

Hal ini dikarenakan organ pencernaan dalam tubuh akan beristirahat sekitar 6 sampai 8 jam dan melakukan degradasi dari lemak dan glukosa darah serta melakukan detoksifikasi terhadap tubuh, hingga efektivitas fungsionalnya akan selalu normal dan semakin terjamin, disamping itu otot jantung juga akan memperbaiki vitalitas dan kekuatan sel-selnya.

Starvasi (kelaparan) umumnya akan sangat  mengganggu kesehatan tubuh.

Namun justru sebaliknya, kala puasa Ramadhan terjadi keseimbangan anabolisme dan katabolisme yang berakibat asam amino dan berbagai zat lainnya membantu peremajaan sel dan komponennya memproduksi glukosa darah dan mensuplai asam amino dalam darah sepanjang hari.

Berpuasa juga dapat membuat tubuh segar dan lebih muda, hal ini ditinjau dari aktivitas sel, terutama mitokondria, yang merupakan organ bagian dalam sel dengan fungsi memecah karbohidrat dan asam lemak untuk menghasilkan energi.

Dengan berpuasa organel tersebut dapat tercegah sari homeostasis yang erat kaitannya dengan penuaan tubuh, dengan demikian saat mitokondria tidak menua maka sel pun akan tampak lebih muda.

Pada akhirnya puasa ramadhan menjadi hal yang penting untuk dipahami, terlebih lagi dengan banyaknya manfaat apalagi jika dilakukan dengan keikhlasan dan sungguh-sunguh tentunya selain manfaat kesehatan yang akan didapat oleh kita nantinya keberkahan dari ketaqwaan tentunya.

Bagaimana tanggapan anda kerabat patron.id yang budiman?

Conveyor Of Public Opinion merupakan
Mahasiswa Aktif Universitas Islam Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten, Jurusan Biologi, Fakultas Sains.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *