By | 28 Januari 2020

patron.id – Kabupaten Serang, Gerakan Mahasiswa kopo (GMK) Gelar Audiensi Kepada Camat Kopo Dalam rangka persiapan pembangunan besar-besaran di Kecamatan kopo dan permasalahan-permasalahan yang belum terselesaikan, di kantor Kecamatan Kopo, Pada Senin (27/01/2020).

Dalam kegiatan audiensi tersebut GMK menelaah terkait Peraturan Daerah (PERDA) Kabupaten Serang No 10 tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Serang Tahun 2011-2031 bersama camat kopo, yang didalamnya termaktub beberapa poin yaitu, Kecamatan Kopo sebagai Wilayah Pertambangan, Perkotaan, Pasar Induk dan Terminal.

Andrian Kaswari menuturkan kekhawatirannya terkait pembangunan besar-besaran di Kecamatan Kopo karena menurutnya akan berdampak kepada Sosial, Budaya dan Ekonomi di wilayah Kopo.

“Membaca draf RTRW Kabupaten Serang kami khawatir ketika pembangunan begitu pesat di Kecamatan Kopo, tapi SDM-nya tidak memadai. Kemudian ini pun bisa terjadi perang sosial, perang budaya, perang ekonomi antar pribumi dengan pendatang, kemungkinan besar pribumi yang  kalah dan Tersingkirkan.” Ungkap Andrian

Selain itu salah satu anggota GMK Junawar  menyampaikan pendapatnya perihal problematik penutupan akses jalan dan jembatan antar Desa Babakan Jaya dan Gabus yang belum ada kepastian, serta menimbulkan Dampak yang besar.

Baca Juga:  Vredo Adisyah Putra Ketua PCI Kabupaten Serang Terpilih Periode 2019-2023

“Sudah setengah tahun kami vakum tak gunakan jembatan dan jalan antar Desa, itu sangat menghambat kegiatan pertanian, sosial, ekonomi dan pendidikan masyarakat kami.” pungkas Junawar.

Tenda Subekti selaku Camat Kopo menyambut baik kedatangan dan tujuan GMK yang mana mahasiswa telah ikut andil dalam meningkatkan SDM di kecamatan Kopo dan menyampaikan aspirasi masyarakat, Desa Babakan Jaya dan Gabus serta Ia menjanjikan akan menegur pihak perusahaanmelalui Pemerintahan Kabupaten Serang

“Untuk peningkatan SDM di kecamatan Kopo kita Harus bersinergi mahasiswa dan kepemerintahan Kecamatan Kopo, ada pun masalah penutupan akses jalan dan jembatan yang terjadi antar Desa Babakan Jaya dan Gabus itu akan segera disampaikan ke pihak Pemkab Serang dan akan menegur pihak perusahaan.” Kata Tenda Subekti

Ia juga menegaskan Kecamatan Kopo akan membuat Program Kerja yang dapat memajukan masyarakatnya serta menuntaskan permasalahan penutupan akses jalan dan jembatan antar Desa tersebut

“Kedepanya Pemerintahan Kecamatan akan membuat program-program kerja yang mampu menciptakan (Sumber Daya Manusia) SDM yang unggul dan akan menuntaskan problematik penutupan akses jalan dan jembatan antar Desa Babakan Jaya dan Gabus.” Tegasnya [Red/Aldi]

Bagikan: