By | 3 Desember 2018

patron.id – Tangerang Selatan, Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Indonesia (IMIKI) Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (UIN) Jakarta menggelar seminar nasional Media dan Kultur Komunikasi Politik bertajuk “Polarisasi Media di Era Demokrasi Elektoral”, di ruang Teater Prof. Dr. Aqib Suminto Lt.2 Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Jakarta, Senin (3/12/2018), Ciputat, Tangerang Selatan.

Ketua panitia, Anjar Jamaludin menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini digelar sebagai bentuk upaya ajakan kepada mahasiswa untuk melek terhadap fenomena media saat ini. Dimana isu politik begitu marak disorot oleh berbagai jenis media lantaran menjelang pemilu 2019. Oleh karena itu ia mengajak mahasiswa untuk bisa mengkaji berbagai persoalan dinamika politik menjelang pemilu 2019.

“Kami mengajak kawan-kawan mahasiswa untuk melek akan fenomena media saat ini. Khususnya menjelang pemilu 2019 yang marak isu-isu politik yang patut kita kaji bersama.” ujarnya, melalui press realese yang dikirim.

Selain itu, acara ini digelar merupakan bagian dari rangkaian acara pelantikan pengurus IMIKI UIN Jakarta. Pada sesi pelantikan, Andika Sekretaris IMIKI Cabang Banten membacakan Surat Keputusan Pengurus PPT IMIKI UIN Syahid Jakarta untuk periode 2018-2019, dilajutkan dengan Ikrar janji Pengurus,  Pada kesempatan tersebut pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua IMIKI Cabang Banten Rohmanudin.

Baca Juga:  Balsa Bridge Competetion Dimenangkan Mahasiswa Teknik Sipil Unsera

Pada sesi seminar, menghadirkan narasumber diantaranya Wakil Ketua KPI Sujarwanto Rahmat M. Arifin dan Asisten Staff Khusus Presiden Dilla Amran. Dua narasumber ini dipandu moderator Dedi Fahrudin, dosen Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syahid Jakarta.

Sujarwanto dalam seminarnya memaparkan bahwa pihaknya selaku lembaga penyiaran berusaha untuk tidak memihak siapa pun untuk tetap menjaga netralitas. “Adapun jika ingin memihak haruslah memihak kepada masyarakat, terutama masyarakat pinggiran dan menyarankan kita untuk menjaga integritas apa yang sudah dibangun dan tetap istiqomah.” paparnya.

Sementara itu, paparan Dilla lebih pada ajakan kepada mahasiswa untuk menjadi pembaca yang cerdas, terutama dalam mencari sumber berita. Hal itu dikatakan Dilla lantaran belakangan ini banyak bermunculan media pertisan menjelang pemilu 2019. “Kita harus menjadi pembaca yang pintar. Pintar dalam mencari sumber berita sehingga kita dapat menyimpulkan sendiri, mengingat semua media sekarang partisan.” ujarnya, di hadapan 90 mahasiswa yang ikut dalam seminar tersebut.[red/Imam]

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *