By | 27 Desember 2019

patron.id – Jakarta, Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menggelar youth fair 2019 dengan mengusung tema Pemuda Mandiri, Indonesia Maju yang bertempat di Smesco Convention Center, Pancoran, Jakarta sejak Minggu 22 Desember sampai dengan Kamis 25 Desember 2019.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 60 Usaha Kreatif pemuda dari 362 usaha Kreatif Pemuda yang mendaftar dalam kegiatan tersebut.

Dari 60 diantaranya terdapat mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten sekaligus Kader IPNU Jakarta Barat sebagai peserta kegiatan tersebut yaitu Arya Nur Fauzi dengan karya membuat toko online berbasis syariah yang diberi nama Eksyarpreneur.

Arya Nur Fauzi selaku penggagas aplikasi tersebut memaparkan karya yang dibawa dalam kegiatan tersebut.

“Toko online saat ini sedang marak bahkan sudah ada yang bervaluasi tinggi hingga menjadi unicorn, namun tidak ada toko online satupun yang menjamin prinsip jual beli syariah di dalam aplikasinya.” Kata Arya Pada Jum’at (27/12/2019).

Menurut Arya Karena banyaknya hal negatif yang ada di toko online pada umumnya, membuat Arya ingin menciptakan Toko Online berbasis Syariah.

“Marak terjadi penipuan, perjudian, penjualan barang haram, baik barangnya maupun cara mendapatkannya dan ketidak jelasan deskripsi barang. Dari hal tersebut, saya dan teman-teman di Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (FEBI) UIN SMH Banten menggagas aplikasi toko online berbasis syariah serta berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ekonomi Syariah 2019 untuk menerapkan aplikasi tersebut di lingkungan jurusan Ekonomi Syariah UIN SMH Banten.” Imbuhnya

Baca Juga:  Teguh Santoso : Media Sosial Berkecenderungan Sebarkan Hate Speech

Ia juga berharap setelah terciptanya toko online tersebut mahasiswa dapat teredukasi terkait akad jualbeli dalam Ekonomi Syariah.

Kedepannya ini kita akan di scale up baik Se-Fakultas, Se-Universitas bahkan antar Universitas. Di harapkan toko aplikasi online ini bukan cuma sekedar tempat jual beli saja, tapi juga tempat untuk mengedukasi mahasiswa tentang akad jual beli dalam Ekonomi Syariah.” Harapnya.

Selain itu dalam aplikasi yang Ia buat dan bersama Rekan-rekannya, Ia mengategorikan beberapa barang dan Jasa menjadi lima bagian, yakni Makanan halal (halal food), Produk halal (halal product) fashion halal (halal fashion), kosmetik halal (halal cosmetic) dan Wisata halal (halal tourism).

Arya juga mengatakan Bahwa aplikasinya sudah bisa di Download, walau belum dikembangkan di Google Playstore.

“Meskipun saat ini aplikasi tersebuat belum diluncurkan ke Google Playstore, tapi para pengguna sudah bisa mengaksesnya melalui tautan Bit.ly/aplikasieksyarpreneur.” Pungkasnya

[Red/Aldi]

Bagikan: