By | 5 Mei 2020

Oleh Feri Irawan (sekum imala)

Ada triliunan anggaran prakerja harus disalurkan ke buruh yang terdampak PHK akibat pandemik corona virus disease atau covid-19.
 
Hari buruh yang baru saja berlalu beberapa hari berselang merupakan wujud nyata perjuangan kelas sosial pekerja di skala internasional, dimana hari buruh di dunia diperingati untuk mengingat perjuang yang menuntut adanya keadilan sosial.

Saat ini gelombang pemutusan kerja semakin marak konon disebabkan pandemik covid 19 ini, biasanya lewat hari buruh pula gerakan politik, mereka dimana mereka melakukan tuntutan, yaitu perubahan keberpihakan regulasi pemerintah terhadap kaum buruh.

Penulis mencoba mengutip persoalan yang jelas belum juga bermuara, sebab  berdasarkan data dari Kemenaker dan BPJamsostek, jumlah pekerja formal dan nonformal yang terkena PHK dan di rumahkan mencapai 2,8 juta yang terimbas pemutusan hubungan kerja (PHK) karena dampak wabah virus coroan-19.

1 Mei Merupakan Hari Buruh yang biasanya disambut antusias, namun berbeda dengan saat ini dimana hari buruh disambut dengan suram oleh kaum buruh pasalnya banyak buruh yang justru kehilangan pekerjaan serta tidak dapat menyuarakan aspirasinya.

Baca Juga:  Kejar Target, PT PMJ Langgar Protokol Kesehatan

di sisi lain untuk pemenuhan kebutuhan semakin meningkat berbarengan dengan bulan suci Ramadhan,

Maka menjadi penting dalam hal ini ketegasan dan kerja optimal dari Pemerintah, terkhusus institusi ketenagakerjaan, untuk melindungi hak-hak buruh, karena tidak dapat dipungkiri bahwa, Buruh adalah element penting dalam pembangunan bangsa, untuk menunjang perputaran roda ekonomi.

Alih alih Program kartu prakerja yang digulirkan pemerintah pusat bagi karyawan yang terdampak PHK, nyatanya terasa sulit untuk diakses, karena dirasa terlalu rumit dan kurang tepat padahal mereka membutuhkan bantuan secara langsung bukan dalam bentuk pelatihan online.

sedangkan anggaran yang digulirkan dalam program kartu prakerja ini sangat fantastis bahkan mencapai 20 triliun yang penulis temukan dari berbagai sumber, oleh karenanya penulis berharal pemerintah harus bisa mengoptimalkan anggaran ini terhadap buruh yang terdampak pemutusan tenaga kerja atau yang dirumahkan akibat wabah covid 19 ini.

Bagaimana tanggapan anda kerabat patron.id yang budiman???

Penulis adalah Sekretaris Jenderal Ikatan Mahasiswa Lebak

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *