By | 25 Juni 2020

patron.id – Serang, Sebanyak 12 orang asal Lingkungan Ciloang, Kelurahan Sumur Pecung, Kecamatan Serang, dinyatakan reaktif. Kepastian ini diketahui setelah Puskesmas Serang menggelar rapid tes di Taman Rumah Dunia, Lingkungan Ciloang, Kelurahan Sumur Pecung, Kota Serang, pada Kamis (25/6/2020). Selanjutnya, 12 warga itu diminta untuk karantina mandiri.

Kepala Puskesmas Serang Kota Yayat Cahyati mengatakan, dari total 100 kuota rapid tes, sekitar 90 orang mengikuti rapid tes, sedangkan 12 orang yang dinyatakan reaktif.

“Kita temukan 12 orang yang reaktif. Kita minta 12 orang itu isolasi mandiri mulai hari ini sampai 14 hari kedepan,” kata Yayat, kepada awak media, setelah acara.

Setelah diketahui ada yang reaktif, pihaknya akan melakukan penyelidikan epidemiologi. Kemudian tahapan berikutnya dilakukan pcr swab kepada 12 orang yang reaktif.

“Iya mereka bersedia. Cuman waktunya saja yang nanti kita tentukan. Karena masih menunggu beberapa Lab Kesda masih penuh. Jadi kita juga harusnya begitu kita ambil, kita langsung kirim. Karena kita menunggu dari Dinkes, konfirmasi kapan ini akan lakukan swab. Baru kita ambil swab,” ucap dia.

Yayat menjelaskan, 12 orang yang reaktif tersebut didominasi kaum hawa.

“Dari 12 itu kebanyakan perempuan, ada delapan perempuan dan empat orang laki-laki,” sebutnya.

Ia mengungkapkan, profesi 12 orang itu kebanyakan ibu rumah tangga dan ada pula yang buruh.

“Saya lihat itu ada yang tukang ojek, ibu rumah tangga yang sering ke pasar,” ungkap Yayat.

Baca Juga:  Bawaslu Temukan 225 DPS Palsu Jelang Pilkada Kabupaten Serang

Ia mengaku animo masyarakat Lingkungan Ciloang saat mengikuti rapid tes cukup bagus. Meski awal-awal mereka khawatir karena rapid tes mengerikan bagi warga.

“Kalau saya lihat kalau awal-awal masih ragu ya karena takut. Tapi setelah diberi edukasi, warga yang lain akhirnya mau ikut rapid tes. Dari 100 orang, sudah 90 orang yang ikut rapid tes. Udah lumanyan itu sudah 90 persen,” tutur Yayat.

Sementara, Ketua RW 09 Lingkungan Ciloang Makruf mengatakan, pihaknya telah menginformasikan kepada warga sejak sepekan sebelum pelaksanaan rapid tes.

“Dari hari Jumat sampai hari ini kita sosialisasikan banyak yang mengerti dan banyak yang tidak mengerti,” ujar Makruf.

Meski demikian, sambung dia, warganya cukup antusias mengikuti rapid tes.

“Alhamdulillah tadi pada antusias. Sampe orang puskesmas gak nyangka nyampe 90 orang,” ungkap dia.

Terkait, ada warga yang kabur, hal itu terjadi karena ada isu yang beredar di kalangan masyarakatnya. Ditambah lagi sebagian pemahaman masyarakatnya masih terbatas. Namun demikian, pihaknya mengaku telah menginformasikan kepada masyarakatnya.

“Kemungkinan dia merasa takut, sebab ada yang menakut-nakuti dari orang-orang yang tidak tahu. Padahal mah rapid tes itu kan cek darah. Cek darah untuk memastikan daya tahan tubuh. Tapi alhamdulillah walaupun ada yang menakut-nakuti alhamdulillah hampir mencapai 100 orang yang ikut rapid tes. Sampe tim medis aja kaget. Gak nyangka,” tandasnya. [Red/Roy]

Bagikan: