By | 26 Desember 2018

patron.id – Pandeglang, Sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Persatuan Islam (Persis) Provinsi Banten mengerahkan sebanyak 40 relawan untuk membantu korban tsunami di kawasan pesisir Selat Sunda. Persis Banten mendirikan posko di Villa Kampung Nelayan Kecamatan Tanjung Lesung Kabupaten Pandeglang.

Komandan Lapangan Persis Provinsi Banten, Rizki Arif Sunandar, memaparkan bahwa tugas relawan di posko dalam penanganan bencana tsunami Selat Sunda ini ada empat yaitu assesment, evakuasi, logistik dan healing. Assesment berupa pendataan kebutuhan korban, evakuasi berupa pencarian korban yang belum ditemukan, logistik berupa bantuan makanan dan pakaian, serta healing berupa penanganan trauma kepada korban.

“Tugas mereka (relawan) ada yang mengevakuasi korban. Ada juga yang bertugas mendata kebutuhan korban, mendistribusikan logistik berupa pakaian dan makanan. Sementara healing itu tugasnya membantu penanganan trauma terhadap korban bencana.” papar Rizki, lewat rilis yang dikirim kepada parton.id, Rabu (26/12/2018).

Sejak diturun ke lokasi bencana pada Senin 24 Desember kemarin, ia mengungkapkan bahwa tim assessment berhasil mendata kebutuhan korban di Kecamatan Sumur Kabupaten Pandeglang adalah selimut hangat dan makanan. Sementara tim medis menemukan 1 jenazah laki-laki di pesisir pantai Karang Bolong dan dievakuasi ke puskesmas setempat.

Baca Juga:  Miris! Balita Asal Kabupaten Lebak Derita Gizi Buruk

“Satu jenazah laki-laki telah ditemukan di pantai Karang Bolong oleh tim medis kami, dan langsung dievakuasi ke puskesmas terdekat.” ungkapnya.

Kemudian, lanjut Rizki, tim logistik mendistribusikan logistiknya di pantai Karang Bolong berupa air 9 dus, mie instan 10 dus, sereal 1 dus, pakaian 10 dus, pampers bayi 2 pcs dengan jumlah 356 kepala keluarga.

Sementara pendistribusian logistik di Kecamatan Sumur yang dilakukan oleh timnya berupa mie instan 30 dus, pampers 3 bal, lilin 1 pcs, pembalut 2 pcs, air 20 dus, alat mandi 1 box, biscuit 3 dus, selimut 5 buah, mukena 1 pcs, pakaian 7 karung, sarung 2 plastik. [red/Imam]

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *