By | 14 Maret 2019

patron.id – Serang, Ratusan mahasiswa Kota Serang yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau disebut PMII Kota Serang menggelar aksi 100 hari kinerja Walikota Kamis (14/3/2019), di depan kantor Walikota Serang, Komplek Kota Serang Baru (KSB).

Subadri temui masa aksi

Kordinator Lapangan Aksi, Dawam Raharjo, menjelaskan aksi ini dilakukan dalam rangka 100 hari kinerja Walikota Serang Syafruddin yang dinilai gagal. Ada 3 point penting yang menurutnya gagal dilakukan Walikota Serang, yaitu ketertiban umum, zona parkir, dan kebersihan.

“Kerja Pemkot Serang dirasa gagal karena kita melihat 3 poin yang pertama soal ketertiban umum. Dimana kita melihat di sini kemacetan semakin merajalela khususnya di pusat jalan, di Alun-alun banyak PKL yang berjualan di bahu jalan sehingga mengalami kemacetan panjang. Ini kan bukti bahwasannya Pemkot Serang tidak bisa mengakomodir hal itu.” kata Dawam, saat ditemui di lokasi aksi.

Persoalan PKL, Pemkot Serang telah melakukan relokasi dari Stadion Maulana Yusuf ke Pasar Kepandean. Namun menurut Dawam, langkah itu justru menimbulkan masalah yang mengakibatkan PKL Stadion ditolak warga Kepandean lantaran tidak ada kordinasi antara Pemkot dengan PKL Kepandean.

“Saya melihat sendiri PKL yang ada di Stadion itu ditolak oleh warga Kepandean itu sendiri karena tidak ada kordinasi antara pemkot Serang dengan PKL yang ada di Kepandean.” ungkapnya.

Kedua terkait ketertiban zona parkir, lanjut Dawam, bahwa Pemkot Serang perlu merevisi Perda No. 13 Tahun 2011, karena banyak zona-zona parkir di jalan umum yang mengakibatkan kemacetan. Kemudian, ketiga soal kebersihan, banyak beberapa jalan yang memang belum diberi pengadaan tempat sampah.

“Maka dari tiga aspek inilah kita ingin menuntut Pemkot Serang untuk segera diselesaikan. Pertama, terkait hak-hak ekonomi kepada para PKL dengan memberikan fasilitas dengan berjalannya roda-roda perekonomian bagi para PKL di Stadion, sesuai undang-undang No. 39 soal hak-hak perekonomian para PKL,” tegasnya.

Baca Juga:  Kawal Pemilu 2019, Mahasiswa Kunjungi Kantor KPU

Di tempat yang sama, Ketua PC PMII Kota Serang, Abdul Muhit Hariri, turut menanggapi terkait kegagalan Walikota Serang Syafrudin dalam menjalankan roda pemerintahannya.

Menurut Abdul Muhit, pihaknya telah melakukan berbagai langkah mulai dari audiensi dengan Pemkot Serang terutama terkait ketertiban PKL yang dilakukannya 3 kali sejak Januari hingga Maret ini. Namun dari hasil audiensi tersebut, ia menyimpulkan bahwa kinerja Walikota Serang tidak maksimal.

Meski begitu, PMII Kota Serang tetap mendukung sepenuhnya program kerja walikota untuk ke depannya, hanya saja memang PMII akan melakukan jalur-jalur apa pun demi kepentingan rakyat dan hasilnya harus bisa dirasakan oleh rakyat.

Pada aksi tersebut, Subadri Usuludin, Wakil Walikota Serang, akhirnya mau menemui masa aksi di depan kantor kerjanya.

Subadri mengatakan sangat menyambut baik kedatangan sejumlah mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor kerjanya tersebut. Hal itu justru bukti bahwa mereka (mahasiswa -red) sayang terhadap masyarakat dan selalu menjaga kemajuan Kota Serang.

“Kami sadari bahwa langkah mereka aksi mereka itu satu bukti bahwa mereka sayang terhadap masyarakat dan selalu menjaga terhadap kemajuan kota Serang.” kata Subadri, di hadapan masa aksi.

Ia menambahkan bahwa harap memaklumi jika Walikota beserta jajarannya terdapat kekurangan dalam menjalankan tugasnya karena 100 hari bukanlah waktu yang lama. Namun demikian pihaknya akan memperbaiki sesuai keinginan masa aksi yang disampaikan.

“Kalau pun masih ada kekurangan mohon dimaklum karena 100 hari itu bukan waktu yang lama tapi setidaknya apapun yang kami perbuat itulah hasil dari kemampuan kami. Atas semua kekurangan itu, mudah-mudahan kami dan seluruh pemerintah Kota Serang bisa merelokasikan semuanya apapun keinginan teman-teman mahasiswa tadi.” ujarnya.[Red/Baihaki]

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *